detikNews

2 Terdakwa Kasus Penyeludupan Sabu 212 Kg di Tangerang Dituntut Mati

Jakarta

Tim jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri kota Tangerang (Kejari Tangerang) menuntut pidana mati terhadap dua terdakwa Muzakir alias Pon Alias Adi dan Fakrorrazi alias Yon alias Agus Wuaya. Keduanya terlibat dalam kasus penyeludupan sabu 212 kg dari Aceh ke Tangerang.

“Tuntutan mati,” kata Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Dapot Dariarma, dalam keterangannya, Rabu (21/4/2021).

Jaksa menilai perbuatan terdakwa melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU R! Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Subsidiair: Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Diketahui kasus ini bermula pada 28 Juli 2020, ketika BNN menangkap terdakwa Fakrorrazi dan Muzakir di Toko Subur Tani, yang beralamat di Jalan Prabu Siliwangi Raya, Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang.

BNN RI mendapatkan informasi akan ada Truk Mitsubishi Fuso warna hijau dengan nomor polisi BK-8751-BL yang membawa barang yang di dalamnya berisi Narkotika jenis sabu yang datang dari Aceh melalui Pelabuhan Bakauheni, Lampung, ke Pelabuhan Merak, Banten, dan akan menuju Kota Tangerang.

Bahwa berdasarkan informasi yang dimiliki oleh Tim BNN RI diketahui bahwa yang akan menjemput truk tersebut di pintu tol Tangerang adalah terdakwa Fakrorrazi, sedangkan terdakwa Muzakir akan memantau kedatangan truk tersebut dari jauh sehingga dibagi tim untuk memantau pergerakan kedua terdakwa tersebut.

Kemudian setelah truk tiba di Toko Subur Tani selanjutnya pada saat terdakwa Fakrorrazi hendak menurunkan karung-karung yang ada di dalam truk tersebut ke dalam toko, kemudian petugas BNN melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

(yld/dhn)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Read More